Jumat, 27 Maret 2015

MATERI "Busana Bermain Anak"


Baca dan Download Perangkat Pembelajaran Tata Busana Lengkap disini


MATERI

BUSANA BERMAIN ANAK

1.    Karakteristik busana bermain anak
Pakaian bermain ini umumnya dipakai oleh anak usia 1 tahun sampai 5 tahun. Model sederhana, praktis, longgar dan tidak mengganggu pergerakan dan kesehatan. Untuk mendapatkan hasil pakaian bermain yang baik ikutilah tata tertib kerja seperti pada pembuatan busana umumnya. Mulai dari memilih model, bahan, corak dan warna, menggambar pola, merancang bahan dan harga serta menjahitnya.

2.    Pemilihan model busana anak untuk kesempatan bermain anak wanita
a. Memilih model
Model pakaian bermaian untuk wanita dapat berupa celana puff, celana pendek longgar dengan hiasan strook atau berupa bebe dengan model sederhana sesuai dengan fungsinya untuk bermain-main, atau rok dan blus.

a. Menyimak model
Menyimak model atau membaca gambar model tujuannya adalah agar anda dapat memahami suatu gambar model dan dapat menentukan letak dan ukuran garis-garis hias yang ada, letak kerah, letak saku dan sebagainya sesuai dengan perbandingan ukuran yang akan dibuat. Perhatikan model yang akan dijahit dan dipraktekkan.

3.    Pemilihan corak kain dan jenis kain untuk busana bermain anak wanita
Corak kain yang cocok untuk anak adalah corak kecil. Corak ini dapat berupa bunga, bolabola, binatang yang lucu, garis dan kotak-kotak. Corak bahan yang besar tidak cocok untuk busana anak, seperti ragam bunga besar. Bahan yang dapat digunakan untuk busana bermain anak wanita adalah denim/jeans ringan, poplin, polyester, viscose, shantung, linen, gingham (kotak), katun, dan seersucker.

4.    Pemilihan warna kain untuk busana bermain anak wanita
Warna kain untuk busana bermain anak wanita dapat dipilih warna yang cerah (warna panas), seperti jingga, kuning, dan merah. Warna-warna ini memberi kesan riang, gembira, dan cocok dengan sifat anak.

5.    Teknik menjahit
Teknik penyelesaian yang banyak dipakai pada busana bermain anak adalah kampuh balik
atau kampuh tutup yang diobras dan kampuh pipih. Penyelesaian leher, bawah lengan, dapat menggunakan rompok atau depun. Kelim rok, celana pendek dan blus dapat menggunakan setik mesin atau kelim selusup.

6.    Ukuran yang diperlukan dan cara mengambil ukuran  :
Mengambil ukuran anak harus dipelajari dan dilakukan dengan penuh perhatian. Karena ukuran merupakan dasar dalam menggambar pola busana, jika ukuran salah maka hasil pola tidak akan sesuai dengan bentuk tubuh sipemakai. Untuk memperkecil kesalahan ambillah ukuran dengan tepat dan benar dengan urutan sebagai berikut :
1)   Lingkar badan, diukur sekeliling Badan
melalui ketiak ditambah 4 centimeter
2)   Lingkar pinggang, diukur sekeliling Pinggang
ditambah dua centimeter.
3)   Panjang punggung, diukur dari ruas Tulang leher
belakang yang paling Menonjol, sampai kebatas
pinggang
4)   Lebar punggung, diukur melebar di Punggung,
dari batas lingkar kerung Lengan kiri sampai
batas lingkar kerung Lengan kanan.  
5)   Lebar muka, diukur melebar didada dari batas
lingkar kerung kiri sampai batas
lingkar kerung lengan kanan.
6)   Panjang muka, diukur dari lekuk leher
sampai batas pinggang.
7)  Panjang bahu, diukur dari batas leher
Sampai ujung bahu.
8)   Lingkar Kerung lengan, diukur sekeliling
lubang lengan datambah satu centimeter
9)   Lingkar leher, diukur sekeliling leher                
  
7.    Mengambar Pola Dasar Anak
a.      Ukuran yang diperlukan :                                      
Lingkar badan = 72 cm
Lingkar pinggang = 64 cm
Panjang punggung = 29 cm
Lebar punggung = 30 cm
Lebar muka = 28 cm
Panjang bahu = 10 cm
Lingkar Kerung lengan = 30 cm
Lingkar leher = 30 cm



b.      Keterangan pola bagian muka
A - B = ½ lingkar badan.
B - B1 = 1,5 cm.
B1 - D = ukuran panjang punggung,
Buat garis empat persegi dari A ke B, B ke D dan dari A ke C, terus dari B ke C dan dari D ke C dengan garis bantu.
A - E = D - F = ¼ lingkar badan, hubungkan E dan F dengan garis bantu (garis putus-putus).
A - A2 = 1/lingkar leher ditambah 0,5 cm,
A - A1 = 1/lingkar leher ditambah 1 cm,
Hubungkan A1 dengan A2 seperti gambar (garis leher bagian muka).
E - E1 = 1/panjang bahu, buat garis mendatar pada titik E1.
a2 - A3 = panjang bahu, garis bahu harus menyentuh garis E1.
A - e1 = ½ panjang punggung.
C1 - C2 = ½ lebar muka, buat garis vertikal sampai garis bahu.
Hubungkan A3 dengan K seperti gambar.
C - C1 = 1/10 lingkar pinggang,
C1 ke C2 dibagi dua, hubungkan dengan garis bahu titik A4,
Bentuk lipit kup dari C1 dan C2 seperti gambar.
B - B2 = 1,5 cm.
B - b2 = 1/lingkar leher ditambah 0,5 cm,
Hubungkan B1 dengan B2 seperti gambar.
B2 - B3 = panjang bahu, garis bahu harus menyentuh garis E1.
B - D1 = ½ panjang punggung,
D1 - D2 = ½ lebar punggung, buat garis vertikal sampai garis bahu.
Hubungkan titik B3 dengan K seperti gambar (lingkar kerung lengan
bagian belakang).
D - D1 = 1/10 lingkar pinggang,
D1 ke D2 dibagi dua, hubungkan dengan titik B4.
Hubungkan D1 dengan D2 membentuk lipit kup seperti gambar.

8.    Mengambar Pecah Model Busana Bermain Anak
1)      Menggambar pola busana bermain anak wanita model gaun tanpa kerah dan lengan, gaun lengan setali, licin dan kerah rebah.

POLA PAKAIAN BERMAIN ANAK WANITA MODEL 1

POLA PAKAIAN BERMAIN ANAK WANITA MODEL 2


POLA PAKAIAN BERMAIN ANAK WANITA MODEL 3




Sumber Belajar :

- Angelina, P. child Boutique. No 81.Tokyo: Hirakawa Cho
- Daryati..K 2003. Membuat Busana Anak. Tangerang : Kawan Pustaka.
- Winifred, A, 2004
- Goet P.2005. Pemilihan bahan tekstil. Yogyakarta: Kanisius

Silakan Download Materi Selengkapnya dibawah ini




Baca dan Download Perangkat Pembelajaran Tata Busana Lengkap disini

1 komentar: